Suatu perusahaan dapat menjalankan bisnisnya dengan baik apabila penerapan manajemen di dalamnya dikelola dengan maksimal. Dalam mengelola suatu manajemen, kita dapat menggunakan suatu tool manajemen. Salah satu tool manajemen yang populer saat ini adalah Six Sigma.
Apa itu Six Sigma? Six Sigma merupakan tool manajemen yang terfokus pada pengendalian kualitas pada saat sebuah perusahaan menangani proses produksi secara keseluruhan. Contohnya seperti mengurangi cacat produksi, memangkas waktu pembuatan suatu produk, mengurangi/menghilangkan biaya, dsb. Sebagai sebuah tool manajemen, Six Sigma juga menerapkan strategi, disiplin ilmu dan alat-alat dalam mencapai kesuksesan suatu bisnis perusahaan. Disebut strategi karena Six Sigma terfokus pada kepuasan pelanggan yang menunjukkan bahwa kualitas manajemen dan hasilnya terkendali dengan baik. Disebut menerapkan disiplin ilmu karena Six Sigma menggunakan metode formal DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Disebut menerapkan alat karena dalam prakteknya, Six Sigma menggunakan alat-alat pengukuran kualitas seperti diagram pareto dan histogram.
Dalam implementasinya di manajemen, Six Sigma mengidentifikasikan beberapa peranan antara lain sebagai berikut:
- Executive Leadership, melibatkan CEO dan anggota lain dari manajemen tingkat atas. Mereka bertanggung jawab untuk mengatur visi dari implementasi Six Sigma. Mereka juga memberdayakan pemegang peranan lain dengan kebebasan dan sumber daya untuk mengeksplorasi ide-ide baru agar improvement tercipta secara menyeluruh
- Champions, bertanggung jawab atas implementasi Six Sigma di seluruh organisasi dengan cara yang terintegrasi. Executive Leadership memberikan gambaran kepada champions dari atas manajemen. Champions juga berperan sebagai mentor dari Black Belts.
- Master Black Belts, diidentifikasi oleh champions, berperan sebagai pelatih in-house di Six Sigma. Mereka menyediakan 100% waktunya untuk Six Sigma. Mereka membantu champions dan membimbing Black Belts serta Green Belts. Disamping tugas yang terkait dengan statistik, mereka menghabiskan waktu mereka untuk memastikan aplikasi yang konsisten dari Six Sigma secara menyeluruh di berbagai function dan departemen.
- Black Belts, bekerja di bawah Master Black Belts untuk mengaplikasikan metodologi Six Sigma pada proyek spesifik.
- Green Belts, karyawan yang melakukan implementasi Six Sigma di seluruh tugas yang berada dalam tanggung jawab mereka.
Tiap peranan dalam Six Sigma menjalankan metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control).
- Define, merupakan fase untuk menentukan masalah dimana aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah spesifik (menjelaskan secara tepat), dapat diamati (menjelaskan bukti-bukti nyata), dapat diukur (ada ruang lingkup) dan dapat dikendalikan (ada rentang waktu penyelesaian).
- Measure, merupakan fase untuk mengukur tingkat kinerja saat ini dimana sebelum tingkat kerja tersebut diukur, dilakukan analisis terlebih dahulu.
- Analyze, merupakan fase untuk mencari dan menemukan akar dari masalah yang ada. Fase ini juga merupakan fase untuk mencari dan menemukan proses yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
- Improve, merupakan fase untuk melakukan pengujian proses penyelesaian dari suatu masalah. Dalam fase ini, pengujian yang dilakukan tidak hanya menyelesaikan masalah saja melainkan diharapkan bisa mencegah masalah yang sama timbul kembali.
- Control, merupakan fase untuk mengendalikan kinerja proses penyelesaian masalah sehingga masalah yang sama tidak muncul kembali di masa depan.







0 comments:
New comments are not allowed.